PALEMBANG

Minimnya Kolam Retensi Jadi Penyebab Banjir di Palembang

Kadis PUPR : Pembangunan Terkendala Lahan dan Pendanaan

MAKLUMATNEWS.com, Palembang– Minimnya kolam retensi dan penanganan drainase yang buruk menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Palembang sulit teratasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang Ahmad Bastari mengatakan, masih kurangnya pengadaan kolam retensi menjadikan pihaknya berupaya secara bertahap untuk melakukan pembebasan lahan dan pendanaan.

Kendati demikian kata Bastari, Kota Palembang sebagai kota pembangun, sudah banyak melakukan upaya dalam mengatasi banjir. Hal ini dapat dilihat dari upaya Pemkot Palembang menginisiasi pembangunan kolam retensi.

” Saat ini sudah ada 48 kolam retensi, dari sebelumnya pada tahub 2013 lalu hanya punya 16 kolam retensi,” katanya seraya mengakui bahwa, memang kolam retensi yang ada saat ini masih belum ideal untuk kota metropolitan sebesar Kota Palembang.

“Dari kajian ITB pada 2004 lalu, mestinya Palembang punya 77 kolam retensi, lalu kajian di Bappeda pada 2013/2014 mestinya 103 kolam, dan kajian pihak Korea pada 2015/ 2016 mestinya 120 kolam retensi,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini pemerintah akan membangun dua kolam retensi yakni di komplek perkantoran gubernur di Keramasan, dan di Simpang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.

“Luasannya sekitar 4 hektar. Dengan bertambahnya dua kolam ini akan semakin mendukung upaya mengatasi banjir,” kilahnya.

Disinggung mengenai penyebab banjir, dirinya mengatakan jika, keberadaan kolam retensi juga mesti didukung dengan aliran air/ drainase yang lancar dari permukiman ke kolam retensi.

” Sayangnya masih banyak saluran air yang tersumbat salah satunya faktor kesengajaan dari oknum warga yang membangun bangunan di atas aliran air,” terangnya.

Mengenai sanksi kepada pembangun di atas drainase, dirinya menyebut bahwa secara bertahap pihaknya telah melakukan pembongkaran.

BACA JUGA  Polsri Wisuda 2.236 Mahasiwa

” Saat ini sudah 200 bangunan yang kita bongkar,” katanya.

Reporter : Pitria
Editor : Jemmy Saputera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button