OPINI

Guruku Adalah Pendidik dan Pencapai Cita-Citaku

Oleh : Aminuddin, Pegiat Literasi

MAKLUMATNEWS.com,–AKHIR-akhir ini banyak beredar di media online berita tentang guru yang tega-te ganya menganiaya muridnya.

Kita ikut prihatin tentunya. Kalau guru sebagai tenaga didik saja sudah berprilaku kasar kepada muridnya, bagaimana dengan orang lain dan antarmurid.

Sebab, kita sepakat mana ada ortu yang tega melepas anaknya sekolah menuntut ilmu untuk dianiaya.

Disiksa.

Kalau ada si ortu demikian boleh jadi ada kelainan. Dan ini jangan sampai terjadi.

Naudzubillahi mindzaalik.

Artinya apa?

Anak disuruh sekolah biar pintar. Dididik yang benar. Bukan kebalikannya.

Tugas guru adalah mendidik, membim bing, mengayomi dan mengarahkan anak didiknya menjadi manusia yang berakh lak mulia, patuh, cerdas dan hormat kepada ortu serta sesama.

Ini tidak mudah memang.

Tapi percayalah, jika anda memang be nar-benar mencintai profesi anda, insya Allah bisa mewujudkannya.

Tantangan dipastikan ada. Tapi yakinlah, Allah SWT akan menolong hamba-Nya yang ikhlas menekuni profesinya.

Juga harus diingat …

Perilaku baik kita kepada murid akan terus membekas dan tidak akan pernah terlupakan semasa hidup mereka.

Boleh percaya boleh tidak.

Tapi sebaiknya kita simak beberapa kisah inspiratif berikut ini …

Apa saja kisahnya?

Berikut penjelasannya …

1. Fredy Chandra

Diceritakan ada seorang murid yang berasal dari Pakalongan yang berprofesi sebagai seorang pengusaha Kabel FO bawah laut.

Dia tidak bisa melupakan jasa yang diberikan oleh guru-gurunya sejak di bangku SD, SMP hingga SMA.

Di saat beliau sudah menjadi seorang yang sukses dan berpenghasilan tinggi, beliau membalas budi semua gurunya dengan cara yang tidak tanggung-tanggung.

Beliau memberangkatkan 65 orang guru yang mengajarinya sejak SD hingga SMA untuk berlibur ke negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura.

BACA JUGA  Gubernur Se-Sumatera Kompak Percepat Pemulihan Ekonomi

Beliau tidak meminta sepeser pun kepa da guru-gurunya itu, bahkan beliau juga turut mengurus paspor yang akan dibutuhkan nantinya.

Pada awalnya Pak Fredy ingin membe rangkatkan guru-gurunya untuk berlibur ke Eropa. Sayangnya, guru beliau sudah lanjut usia dan tidak cukup kuat untuk berlibur ke negeri yang sangat jauh.

Tidak sampai di situ, beliau pun turut menyiapkan kursi roda serta tim medis untuk memerhatikan para gurunya.

Sungguh menakjubkan!

2. Cium Tangan

Saat peringatan Hari Guru Nasional di Istora Senayan pada 24 November 2015 silam, Presiden Indonesia, Pak Jokowi, mendapati gurunya semasa SMP turut menghadiri acara tersebut.

Di dalam pidato yang beliau sampaikan, Pak Jokowi tidak lupa menyebutkan satu per satu nama guru yang telah mengajarinya.

Usai berpidato, Pak Jokowi menyalami dan mencium tangan gurunya semasa SMP yang bernama Sutoto. Hal ini dia badikan dalam sebuah foto yang cukup mengharukan.

3. Chen Ze Rong

Chen Ze Rong adalah seorang mahasis wa yang baru saja menyelesaikan kuliah kedokteran di Malaysia, dan mendonor kan 67% hatinya kepada guru SD-nya.

Pemuda berusia 25 tahun ini dikabarkan sangat menyayangi dan begitu menghor mati guru sains di SD-nya ini.

Kisah ini dibagikan oleh Zheng Zi Jing, yang notabene adalah anak tunggal dari bapak Liang Feng Pin sekaligus teman sekelas Chen.

Liang Feng Pin adalah guru sains SD yang dulunya mengajari Chen. Pasca operasi keduanya bisa selamat dan pe ngorbanan Chen menjadi tidak sia-sia.

4. Susu Bubuk Coklat

Diceritakan ada seorang guru bernama Lew. Guru pengganti. Dia mengajak sa lah seorang muridnya untuk diajarkan secara privat di rumahnya karena keluar ga anak tersebut tidak mampu mempe kerjakan guru les untuknya.

BACA JUGA  Modal Histori Dalam  (RE) Aktualitas Jati Diri Sumatera Selatan : Sebuah Catatan

Hati Nyonya Lew merasa tersentuh dan bertekad untuk mengajari anaknya sam pai kemampuannya meningkat di kelas.

Kisah ini bermula dari Nyonya Lew yang tidak bisa menemukan anak didiknya di rumah. Sedangkan saat itu ibunya sudah menjemput.

Setelah dicari sana sini, ternyata dia me nemukan anak didiknya itu bersembunyi di dapur dengan pipi yang sudah bele potan bubuk Milo.

Saat itu, si anak tersebut hampir menangis karena merasa ketakutan, tetapi Nyonya Lew menenangkan muridnya dan mengantarnya bertemu ibunya.
Setelah bertahun-tahun kemudian, Nyonya Lew kembali dihubungi oleh muridnya terse but dengan kondisi yang berbeda. Dia sudah menjadi seorang insinyur di Amerika.

Hal yang paling mengejutkan lagi, ternyata anak tersebut sangat ingin menghubungi gu runya itu setelah menjadi orang sukses.

Kisah ini dibagikan oleh Nyonya Lew di laman Facebooknya.

Wahai para guru …

Mari mulai detik ini kita lebih bersemangat lagi mengajar dan mendidik siswa kita menjadi orang yang berguna.

Semoga Allah SWT meridhai amal baik kita semuanya.

Amin _______

Sumber Literasi :

Blog.kejarcita.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button