IDAI: Masih Dalam Pemeriksaan

MAKLUMATNEWS. com, Palembang-
Penyebab Meninggal dua anak di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang masih dalam pemeriksaan. Hal ini diungkapkan Ketua IDAI Sumsel, Julius Anzar saat diwawancarai, Rabu (19/10/2022).
Julius mengatakan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Selatan masih mencurigai dua anak yang meninggal di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang apakah akibat ginjal akut atau tidak.
“Kami masih mencurigai apakah ginjalnya sudah rusak lama atau memang akut. Oleh karena itu sampel dua Balita tersebut kami kirim ke Jakarta untuk diselidiki, nantinya hasilnya akan diumumkan oleh Dinas Kesehatan Sumsel,” katanya
Lanjutnya, kondisi gagal ginjal akut pada anak atau dikenal Acute Kidney Injury (AKI) secara medis yang saat ini dalam tren progresif aptikal rentan menyerang anak usia dibawah lima tahun (balita). Namun hingga sekarang penyebab pasti kasus itu muncul belum dapat diumumkan. “Karena di Jakarta kebanyakan kasusnya adalah anak-anak yang sehat tidak bergejala, tetapi saat ini perawatan kondisi terus menurun dan ditemukan kerusakan ginjal mengakibatkan gagal ginjal,” ujar Julius
Julius mengungkapkan, dengan adanya kasus ginjal akut yang menyerang Balita membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan penyetopan sementara konsumsi paracetamol sirup dilakukan karena khawatir dalam kandungan atau komposisi pelarut paracetamol terindikasi zat berbahaya seperti bagaimana obat tersebut dilarutkan dengan pemanis atau zat lainnya yang tak dianjurkan. “Sirup ini dicurigai apa yang dilarutkan bersama paracetamolnya, bukan paracetamolnya yang berbahaya. Ini masih diteliti dan selama dalam penelitian, IDAI ikut mematuhi imbauan Kemenkes,” ungkapnya
Dijelaskannya, Dalam uji klinis kandungan paracetamol sirup yang diduga memicu gagal ginjal akut misterius pada anak masih dalam proses penelitian oleh tim yang melibatkan Balai Besar Pemeriksa Obat dan Makanan (BBPOM). “Dari dinkes dan BBPOM masih melakukan penelitian dan akan diumumkan mana obat berbahaya dalam waktu dekat,” jelas Julius
Julius menambahkan, penggunaan obat paracetamol bagi anak tetap dianjurkan. Namun harus menyesuaikan dosis yang dari dokter dan sementara waktu lebih baik mengonsumsi paracetamol tablet. “Konsumsi boleh asal bukan sirup, konsumzi bentuk tablet dengan digerus pakai air dulu. Sampai hasil penyelidikan kandungan paracetamol sirup tuntas. Konsumsinya sesuai konsultasi dokter untuk menyesuaikan dosis dan kondisi kesehatan anak,” katanya (MN)




