SEHAT

Ini 3 Obat yang Bisa Diresepkan Dokter untuk Sakit Tipes

MAKLUMATNEWS.com – Istilah tipes atau Demam Tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang bisa menyebar melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Tipes dapat menyerang segala usia. Selain itu, tanpa penanganan yang tepat, tipes dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani dan diberikan obat yang sesuai.

Gejala yang muncul saat kita terinfeksi oleh tipes yaitu :

  • Demam tinggi.
  • Kelemahan.
  • Sakit perut.
  • Sakit kepala.
  • Nafsu makan yang buruk.
  • Ruam pada kulit.
  • Kelelahan.
  • Kebingungan.
  • Sembelit.
  • Diare.

Dokter biasanya akan menganjurkan seseorang untuk melakukan tes darah. Sebab,  tes darah dapat mengkonfirmasi keberadaan Salmonella typhi. Ketika kehadiran bakteri Salmonella typhi terkonfirmasi, maka tipes dapat diobati dengan penggunaan obat-obatan antibiotik. Seseorang yang terjangkit tipes, biasanya akan diresepkan obat oleh dokter untuk membasmi bakteri penyebab infeksinya.

Antibiotik adalah obat yang hanya diresepkan untuk melawan bakteri yang bekerja dengan dua cara, yaitu membunuh bakteri atau menghentikan pertumbuhan bakteri. Berikut resep obat yang diberikan oleh dokter dalam penggunaan antibiotik seperti:

  1. Ciprofloxacin (Cipro).

Di Amerika Serikat, dokter sering meresepkannya untuk orang dewasa yang tidak hamil. Obat serupa lainnya yang disebut ofloxacin juga dapat digunakan. Sayangnya, banyak bakteri Salmonella typhi tidak lagi rentan terhadap antibiotik jenis ini, khususnya strain yang ditemukan di Asia Tenggara.

  1. Azitromisin (Zithromax)

Obat antibiotik ini dapat digunakan jika seseorang tidak dapat menggunakan ciprofloxacin atau bakterinya resisten terhadap ciprofloxacin.

  1. Ceftriaxone

Antibiotik suntik ini merupakan alternatif untuk infeksi yang lebih rumit atau serius dan untuk orang yang mungkin bukan kandidat ciprofloxacin, seperti anak-anak.

Perlu diketahui bahwa penggunaan obat antibiotik dapat menyebabkan efek samping. Karena penggunaannya secara jangka panjang juga dapat menyebabkan berkembangnya bakteri yang kebal antibiotik atau menimbulkan resistensi antibiotik. Jika strain resisten terhadap jenis antibiotik tertentu, meminum antibiotik tersebut tidak akan membunuh bakteri, dan bakteri akan terus tumbuh. Di samping itu, penting untuk meminum semua antibiotik yang diresepkan sesuai petunjuk, bahkan jika kamu merasa lebih baik.

BACA JUGA  Dinkes Kota Palembang Himbau Masyarakat Waspadai Curah Hujan Tinggi, Angka DBD Naik Signifikan

Namun jangan khawatir, berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah penyebaran tipes yaitu :

  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun, terutama setelah menggunakan kamar mandi dan sebelum menyentuh makanan.
  • Jika tidak ada sabun, gunakan hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol.
  • Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit.
  • Hindari mengonsumsi makanan mentah, khususnya daging atau ikan.
  • Makan hanya produk susu yang sudah dipasteurisasi dan telur yang matang.

Itulah penjelasan mengenai obat tipes yang biasanya diresepkan oleh dokter. Jika kamu merasakan gejala tipes yang tak kunjung membaik, khususnya demam tinggi, segeralah periksakan kondisimu ke klinik terdekat ya. (Sumber:halodoc)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button