NASIONAL

Mendagri Resmi Berhentikan Sementara Bupati Aceh Selatan Mirwan MS

Tito Tunjuk Wabup Baital Mukaddis Jadi PLT Bupati

MAKLUMATNEWS.com, Aceh—–  Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavia resmi menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara selama 3 bulan kepada Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, karena nekat berangkat umrah saat wilayahnya dilanda banjir dan longsor beberapa waktu lalu.

Menurut Tito, sebenarnya Mirwan sempat mengajukan izin ke luar negeri pada 22 November 2025 kepada Pemerintah Provinsi Aceh. Namun, permohonan itu ditolak Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada 28 November 2025 karena situasi daerah sedang dalam status tanggap darurat bencana.

Kendati ditolak Gubernur, Mirwan tetap berangkat pada 2 Desember melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.

” Saya tanyakan apakah ada izin. Yang bersangkutan menyatakan sudah pernah mengajukan, tapi kemudian tetap berangkat. Kalau ke Kemendagri tidak ada izin sama sekali. Atas perbuatannya tersebut,  yang bersangkutan dikenakan sanksi pemberhentian sementara 3 bulan karena melanggar Pasal 76 ayat 1 huruf i, yaitu ke luar negeri tanpa izin menteri,” ujar Tito.

Sebelumnya,  Presiden Prabowo Subianto dalam rapat di Banda Aceh juga memerintahkan Tito menjatuhkan sanksi tegas.

“Presiden memerintahkan saya untuk segera melakukan sanksi, termasuk mencopot. Tapi sesuai aturan, ke luar negeri tanpa izin itu sanksinya pemberhentian sementara, bukan pemberhentian tetap,” jelas Tito.

Pengganti Bupati Aceh Selatan

Mendagri Tito Karnavian mengaku, sudah menghubungi Wakil Bupati Aceh Selatan Baital Mukaddis untuk ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Bupati.

” Saya sudah bicara langsung dengan PLT-nya, yaitu wakil bupati, Bapak Haji Baital Mukaddis, dan dia menyatakan siap 3 bulan melaksanakan tugas PLT,” ungkapnya dikutip dari tribunnews.com Selasa (9/12/2025).

Sementara itu, Mirwan MS dalam akun Instagram pribadinya menyampaikan rasa maaf secara terbuka kepada masyarakat.

“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas keresahan dan kekecewaan banyak pihak,” ujarnya.

Ia mengaku menyesal dan berjanji akan bekerja keras memulihkan kepercayaan publik serta memastikan pemulihan pasca-banjir berjalan lancar.

Menanggapi absennya bupati saat bencana, sejumlah tokoh mengatakan apa yang dilakukan Mirwan  telah melukai kepercayaan publik, karena di saat warga kehilangan rumah dan keluarga, pemimpin daerah justru meninggalkan tanggung jawab.

Bencana menguji kepemimpinan, dan absennya pemimpin di tengah rakyat yang berduka meninggalkan luka yang sulit dilupakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button