Turun 33 Kasus, Anak Rawan Stunting di Palembang Kini 124 Balita

MAKLUMATNEWS.com Palembang, –—— Upaya menekan angka stunting di Kota Palembang mulai menunjukkan hasil. Jumlah balita yang masuk kategori rawan stunting turun dari 157 anak pada 2025 menjadi 124 anak hingga Agustus 2026.
Penurunan ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Palembang dan TP PKK untuk terus memperkuat intervensi gizi, termasuk melalui pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita.
Ketua TP PKK Kota Palembang, Hj Dewi Sastrani, membagikan 340 paket PMT kepada penerima manfaat di 19 Posyandu di Kecamatan Seberang Ulu I, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar di Rumah Kapitan, Kampung Kapitan, 7 Ulu. Sejumlah ibu bersama balita penerima manfaat turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dewi mengatakan, stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi dan berat badan anak. Kondisi tersebut juga menyangkut kualitas tumbuh kembang, kesehatan, kecerdasan, hingga masa depan generasi bangsa.
“Pencegahan wajib dilakukan sedini mungkin, bahkan sejak masa kehamilan dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” ujar Dewi.
Menurut Dewi, distribusi PMT bukan sekadar pemberian bantuan makanan kepada balita. Program tersebut menjadi bagian dari strategi terpadu untuk meningkatkan status gizi sekaligus memperkuat edukasi kesehatan bagi keluarga.
Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto serta program unggulan TP PKK melalui Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana (GKSTTB).
Dewi menilai keberhasilan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kader TP PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan orang tua memiliki peran penting dalam mendata, mendampingi, serta memantau tumbuh kembang anak.
Dewi juga mengajak masyarakat menjadikan pencegahan stunting sebagai gerakan bersama yang dimulai dari keluarga.
Orangtua diminta memastikan anak mendapatkan makanan yang beragam dan kaya protein. Selain itu, pemeriksaan pertumbuhan di Posyandu perlu dilakukan secara rutin.
Jika ditemukan masalah dalam tumbuh kembang anak, orangtua juga diharapkan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Dengan penguatan intervensi gizi dan kolaborasi seluruh pihak, penurunan angka stunting di Palembang diharapkan terus berlanjut demi mewujudkan sumber daya manusia yang sehat dan unggul menuju Indonesia Emas 2045. (Fitria)




