CAHAYA RAMADANKULINER

Burgo Makanan Favorit Ratu Dewa, Begini Cara Membuatnya 

MAKLUMATNEWS.com, Palembang — Sebagian besar dari kita boleh jadi belum tahu kalau burgo merupakan makanan favorit Pj Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat Lebaran Idul Fitri.

Foto : Detik.com

“Kalau makanan favorit saya saat Lebaran tak lain burgo. Dari lama saya menyukai burgo,” kata Ratu Dewa.

Kata Ratu Dewa, burgo direncanakan akan disajikan untuk tamu-tamu yang bersilaturahmi saat dirinya menggelar open house pada Lebaran Idul Fitri 2024 mendatang.

“Burgo ini juga nanti dihidangkan saat open house di Rumah Dinas Wali Kota dan juga di rumah saya pribadi. Tentunya untuk tamu yang datang bersilaturahmi,” jelasnya.

 

Foto : IDN Times

Sejarah Burgo

Jika melihat dari sudut pandang jurnal berjudul “Makna Filosofi Kuliner Burgo Khas Palembang” oleh Zuhdiyah. Burgo telah ada selama 200 tahun.

Pada masa Kesultanan Palembang Darussalam masyarakat mulai mengenal beras dari Jawa dan Siam, serta bahan-bahan lain seperti gula, asam, besi, baja, dan minyak yang diimpor.G

Sebagai penggantinya, Kesultanan Palembang Darussalam mengirimkan hasil bumi seperti rotan ikat, damar, kapur barus, kemenyan, kayu lako, lilin, gading, dan pasir emas sebagai perdagangan luar daerah.

Bahan-bahan ini dikumpulkan dari hutan sepanjang Sungai Musi. Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa beras Jawa pertama kali masuk ke wilayah Palembang selama masa Kesultanan Palembang Darussalam.

Beras Jawa terkenal dengan tekstur lembutnya, berbeda dengan beras Siam yang lebih kenyal.

Beras Jawa menjadi bahan dasar untuk pembuatan burgo. Prosesnya dimulai dengan merendam dan menghaluskan beras, kemudian digulung dengan sagu.

Untuk memberikan aroma yang lezat, kuahnya dibuat dengan campuran santan, rempah-rempah, dan ikan gabus yang umumnya ditemukan di Sungai Musi. Makanan ini dikenal dengan nama bubur sego atau burgo.

BACA JUGA  Sambal Orek Tempe Bu De Melda Sangat Digemari Warga Lahat 
Foto : Topwisata

Resep Burgo

Berikut Resep Burgo Khas Palembang.

Bahan-bahan :

1. 500 gram tepung beras

2. 3 sendok makan tepung sagu atau tapioka

3. 1600 mililiter air

4. 1 sendok teh garam

 

Bahan-bahan kuah Burgo:

1. 250 gram ikan gabus

2. 5 sendok makan santan

3. 4 lembar daun salam

4. 2 batang serai yang digeprek

5. 2 cm lengkuas yang digeprek

6. Garam dan penyedap rasa secukupnya

7. 1,5 liter air

 

Bumbu halus untuk Burgo:

1. 6 siung bawang merah

2. 6 siung bawang putih

3. 1 1/2 sendok teh ketumbar

4. 2 cm jahe

5. 2 butir kemiri

 

Cara membuat :

1. Seduh separuh dari tepung beras dengan air mendidih, aduk hingga merata. Tambahkan sisa tepung beras, tepung tapioka, dan bahan burgo lainnya, aduk kembali hingga rata.

2. Selanjutnya, panaskan wajan datar anti lengket dan beri sedikit minyak. Buatlah dadar tipis seperti membuat dadar gulung, angkat, dan gulung.

Untuk Pembuatan Kuah Burgo :

1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum, tambahkan serai dan daun salam.

2. Setelah harum, tambahkan santan, air, ikan gabus, garam, gula, dan kaldu bubuk secukupnya. Masak hingga matang.

Kemudian , untuk penyajian burgo :

Untuk menyajikan burgo, cukup potong burgo selebar 2 cm dan tata di atas piring. Siram dengan kuah santan yang sudah disiapkan sebelumnya. Sebagai pelengkap, tambahkan telur rebus dan taburan bawang goreng.

 

Sumber : Sumeks.co

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button