Evaluasi Pembelajaran

Nama: Wulandari
Nim: 06032682226010
Jurusan: S2 Teknologi Pendidikan Universitas Sriwijaya
Evaluasi bukanlah suatu hal yang baru dalam pendidikan, yang mana evaluasi ini sering kali dijadikan bahan untuk mereview semua proses dalam pembelajaran. Evaluasi sendiri sebagai proses pembelajaran yang secara keseluruhan tidak bisa dipisahkan dari proses belajar mengajar. Melaksanakan evaluasi ini mempunyai arti yang penting, yaitu dengan evaluasi kita bisa mengetahui tingkat pencapaian keberhasilan yang telah dicapai oleh peserta didik atas bahan atau materi yang telah disampaikan (Fauzia & Samputra, 2021). Dengan adanya evaluasi maka tujuan pembelajaran akan terlihat secara akurat dan meyakinkan.
Seperti yang telah disampaikan diatas bahwa evaluasi tidak bisa dipisahkan dengan proses belajar mengajar di dalam kelas. Evaluasi sendiri ada kaitannya dengan kegiatan pembelajaran yang merupakan kegiatan belajar merupakan investasi yang luar biasa dalam mengetahui pencapaian yang dimiliki setiap anak didik dalam proses pengembangan yang sangat giat untuk membangun negara ini. Idrus (2019) menyatakan bahwa pembangunan hanya dapat dilakukan manusia yang dipersiapkan melalui pembelajaran, guna mencapai esensi kemanusiaan.
Banyak kegunaan-kegunaan dari evaluasi dalam proses pembelajaran di sekolah, diantaranya terbukanya kemungkinan bagi evaluator guna memperoleh informasi tentang hasil-hasil yang telah dicapai dalam rangka proses pendidikan dan pembelajaran, untuk mengetahui murid mana yang ada kelebihan dan kekurangan dalam segi kognitif, untuk mendorong persaingan yang sehat antar peserta didik, untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah mengalami proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah, untuk mengetahui tepat atau belum tepatnya guru memilih bahan, metode, dan berbagai penyesuain yang tepat dilakukan dalam kelas dan sebagai laporan terhadap orang tua peserta didik dalam bentuk raport, ijazah, piagam dan lain sebagainya.
Dalam pelaksanaannya evaluasi pembelajaran untuk satu pelajaran sama dengan pelajaran lainnya namun yang membedakannya adalah tema dari pelajaran itu sendiri. Guru-guru yang mengajar setiap mata pelajaran yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar. Langkah-langkah yang dilakukan pendidik dalam proses evaluasi pembelajaran adalah: (1) tahap perumusan sasaran pembelajaran evaluasi program yang didalamnya membahas tentang kinerja guru, media yang digunakan, hasil belajar peserta didik, minat dan sikap serta motivasi peserta didik, (2) tahapan pelaksanaan evaluasi program pembelajaran yang didalamnya tentang penentuan tujuan, desain evaluasi, instrumen evaluasi, pengumpulan data, analisis interpretasi dan tindak lanjut (Qomar, 2016).
Selain itu juga terdapat tujuan evaluasi pembeajaran lainnya yaitu (1) untuk melihat apakah strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru efektif atau tidak, (2) apakah cara mengajar guru menarik dan sesuia dengan pokok materi yang disajikan, (3) apakah peserta didik antusias dalam menyikapi pembelajaran yang dilaksanakan guru, (4) bagaimana cara yang efektif yang harus dilakukan dalam pembelajaran serta (5) bagaimana hasil peserta didik.
Selain kegunaan dan tujuan evaluasi, terdapat juga tiga fungsi menurut Sudjana (2017 :3), sebagai berikut:
- Sebagai alat untuk mengetahui tercapainya atau tidak tujuan instruktional.
- Sebagai umpan balik bagi perbaikan proses mengajar.
- Sebagai dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar peserta didik kepada orang tuanya.
Dalam Permendikbud No. 23 tahun 2016 tentang standar penilaian pendidikan pasal 5 dijelaskan bahwa prinsip evaluasi atau penilaian hasil belajar antara lain:
- Sahih, yaitu penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
- Objektif, yaitu penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas.
- Adil, yaitu penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik sebagai berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, ras, budaya, ekonomi, adat istiadat sosial dan gender.
- Terpadu, yaitu penilaian merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
- Terbuka, yaitu prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan dasar keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
- Menyeluruh dan berkesinambungan, yaitu penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan berbagai teknik guna memantau dan menilai perkembangan kemampuan peserta didik.
- Sistematis, yaitu penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap sesuai dengan langkah-langkah yang dilakukan.
- Beracuan kriteria, yaitu penilaian didasarkan pada pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
- Akuntabel, yaitu penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari prosedur, teknik maupun hasilnya.
Adapun jenis evaluasi dalam pembelajaran yaitu tentang evaluasi tes, yang mana dalam evaluasi tes ini terdapat dua macam tes yaitu tes uraian dan tes objektif. Tes uraian sendiri contohnya tes uraian bebas dan uraian terbatas, sedangkan dalam tes objektif contohnya adalah tes pilihan ganda, tes pilihan alternatif, tes menjodohkan dan tes bentu benar atau salah. Sedangkan dalam evaluasi non tes seperti skala bertingkat, angket, daftar cocok, wawancara dan observasi.




