PALEMBANG

Pengembang Perumahan Green Forest Harus Bongkar Tembok Yang Menutup Aliran Sungai Hitam

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Ketua Komisi III DPRD Kota Palembang Firmansyah Hadi melihat langsung banjir dan aliran Sungai Hitam yang ditutup perumahan Green Forest, sehingga menggenangi empat RT tersebut.

Firmansyah mengatakan,  pihaknya tidak habis pikir, sudah ada hasil kesepakatan mediasi masalah banjir ini tanggal 9 Juli 2020 yang seharusnya sudah di jalankan. Tapi sampai saat ini belum di jalanan oleh pengembang Green Forest, wajar kalau masyarakat marah.

“Saya minta besok tanggal  22 Februari 2022 Dinas PU segera membongkar tembok penutup aliran Sungai Hitam dan mengeruk timbunannya,” tegasnya.

“Ini terakhir kali saya datang ke sini. Saya tidak mau datang kesini lagi kalau masalah banjir ini tidak selesai. Saya jaminkan diri saya kepada masyarakat. Kalau PU tidak mau menjalankan kesepakatan yang telah dibuat akan saya bawa ke Paripurna,” tambah Firmansyah.

Dalam kesempatan itu,  Firmansyah juga meminta aparat kecamatan dan Pemkot Palembang  untuk mengerahkan anggota Pol PP untuk mengawal pengerjaannya.

Sementara itu,  anggota Komisi III Ali Sobri menambahkan,  kepada pengembang Green Forest, jangan hanya mencari keuntungan dengan merugikan orang lain.

“Kamu Dzolim, kamu untung dari menjual  sementara masyarakat menderita kebanjiran,” ucapnya.

Sementara pihak pengembang Green Forest ketika hendak dimintai tanggapannya, tidak mau memberikan komentar. “Saya tidak mau komentar, ” ucapnya dengan cepat meninggalkan wartawan.

Sementara itu, pemilik area Gedung The Sultan, Hery Syawal menambahkan,  perumahan Green Forest ini berdekatan dengan area Gedung The Sultan.  “Saya sudah memberikan hibah tanah agar aliran sungai hitam ini lancar,  dengan menghibahkan tanah ukuran lebar  1,5 meter dan ada 2 meter dengan panjang 1.300 meter. Tapi kenyataannya perumahan Green Forest ini menimbun dan menutup aliran sungai hitam. Sehingga warga di kawasan Rt 16, Rt 20,Rt 21 dan Rt 34 Kelurahan Bukit Lama kebanjiran. Saya berharap Pemkot dan DPRD Kota Palembang bertindak tegas atas sikap dari pengembang Green Forest, ” tandasnya.

BACA JUGA  Disdik Palembang Minta Anggaran BOSDA, Dialokasikan di 2024

Reporter : Yanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button