PALEMBANGPENDIDIKAN

Jangan Malu Punya Anak Penyandang Disabilitas, Ini Harapan Para Guru Di Karya Ibu Palembang di Momentum HUT 77 Tahun

MAKLUMATNEWS.com, Palembang — Ada banyak cara masyarakat merayakan hari kemerdekaan Indonesia. Seperti mengibarkan bendera merah putih ataupun mengadakan berbagai lomba.

Namun, arti kemerdekaan menurut setiap orang bisa berbeda, begitu pula menurut salah satu pendidik Guru Sekolah Luar Biasa Karya Ibu Palembang, Kiki Theresa, S.Pd.

Menurutnya, arti kemerdekaan ialah tidak ada lagi diskriminasi untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

“Untuk Menteri Pendidikan dan Pemerintahan semoga semakin memperhatikan anak yang berkebutuhan khusus. Karna masih banyak sekolah untuk penyandang disabilitas yang kurang memadai, kekurangan fasilitas belajar, dan gedung yang kurang nyaman dan tdk mendukung aktifitas pembelajaran,”katanya saat ditemui reporter Assajidin, Senin (15/8/22).

Ia pun mengingatkan bagi orangtua hebat yang punya anak spesial untuk tidak malu memiliki anak penyandang disabilitas.

“Peran orang tua dan orang sekitar sangat mempengaruhi karakter dan tumbuh kembang anak, fokus dan beri perhatian lebih. Setiap anak disabilitas memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing selayaknya anak pada umunya. terus support dan dukung segala kegiatan anak juga gali potensi yang ada pada anak,”ujar akrab di sapa kiki.

Sebagai Informasi, Dalam aturan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas menjelaskan Penyandang Diaabilitas merupakan setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental dan atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penih dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Dalam mengajar dan mendidik anak-anak berkebutuhan khusus sangatlah menyenangkan dan juga harus memiliki rasa sabar yang lebih.

“Penuh kecerian yang terpancar dari raut wajah siswa, canda dan tawa. orang yang berada di lingkungan sekolah juga bahu membahu mensupport dan membuat lingkungan terasa hangat dan nyaman,”katanya.

BACA JUGA  Wakapolda Sumsel Dampingi Panglima TNI Lepas Satgas Yonif Raider 200 ke Papua

Kondisi anak spesial berbeda dari anak lainnya, para guru harus memiliki rasa sabar yang besar saat mendidik anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka tidak memiliki ritme belajar secepat anak pada umum nya.

“Harapan saya untuk para siswa yang sudah bersama belajar, semoga anak-anak bisa berbaur dan bersosialisasi dimanapun dan kapanpun,”harapnya. (Tri Jumartini)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button