KRIMINALITAS

Pengakuan Korban Penusukan Ibu dan Anak, Berharap Pelaku Ditemukan dan Dihukum

Korban : Kami Nikah Siri, dan Sudah Pisah Sejak 1 Tahun Lalu

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Korban Penusukan Pensiunan PNS, Anita Rani (42) dan Riski Alfarizi (22) yang merupakan anak tiri dari tersangka kini hanya bisa terbaring lemah di rumah sakit setelah menjadi korban penusukan secara membabi buta oleh mantan suami sirinya, Rabu (12/5).

Pelakunya adalah JD (60) yang setelah melakukan penusukan langsung bergegas kabur meninggalkan kedua korban.

Miris, perbuatan itu dilakukan di halaman sekolah F (7) yang tak lain anak dari Anita dan pelaku tepatnya di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ar Ridho yang terletak di jalan KH A Rozak Lorong Madiun Kelurahan Kalidoni Kecamatan Kalidoni Palembang.

Selama sembilan tahun menjalani biduk rumah tangga, Anita mengaku kerap dibuat sakit hati oleh kata-kata pelaku yang kerap berucap kasar dan cenderung merendahkan dirinya dan keluarga.

Tak tahan, akhirnya pernikahan siri yang menghasilkan satu anak itu tidak bisa dipertahankan lagi.

“Kami baru pisah setahun,” ujar Anita, jumat (13/5)

Semenjak berpisah, antara Anita dan pelaku sepakat untuk membagi waktu mengasuh F.

“Di waktu sekolah, dia sama bapaknya. Waktu libur, sama saya. Biasanya tidak susah ketemu, tapi sejak bulan puasa tidak diantar lagi. Sampai lebaran juga tidak diantar ke saya,” ujarnya.

Akibat rindu yang sudah sangat memuncak, Anita lalu berinisiatif datang ke sekolah anaknya.

Disaat itu dia ditemani anaknya, Riski Alfarizi yang merupakan anak tiri pelaku.

Akan tetapi, tanpa sengaja Anita dan anaknya berpapasan dengan pelaku di gerbang sekolah. Disaat itu pelaku sempat bertanya maksud kedatangan Anita.

“Saya jawab, tidak apa-apa. Cuma mau kasih uang jajan,” ungkapnya.

Berlalu meninggalkan pelaku, Anita kemudian meminta izin kepada wali kelas untuk bertemu sang anak. Ibu dan anak ini lalu melepas rindu setelah beberapa tidak berjumpa.

BACA JUGA  Viral, Video Keberanian Mahasiswi Berdaster di Lubuklinggau Gagalkan Curanmor

Setelah selesai, Anita hendak pulang ke rumah bersama dengan Riski dan meninggal F kembali belajar di sekolah.

Namun disaat sudah naik ke atas motor yang di parkir di halaman, tiba-tiba Anita dan Riski langsung didekati pelaku.

Tanpa banyak bicara, pelaku kemudian mengarahkan tusukan pisau ke tubuh Anita dan Riski secara membabi buta.

“Kejadiannya cepat sekali. Perasaan kami sudah naik motor. Tahu-tahunya sudah jatuh terkapar,” ucapnya.

Anita sendiri tak mengingat pasti seperti apa kronologi penusukan terjadi.

Namun yang Anita ingat, dirinya hanya ingin melindungi Riski yang saat itu pertama kali jadi korban penusukan oleh pelaku.

“Saya tidak tahu siapa yang jadi targetnya. Tapi yang pertama ditusuk itu anak saya (Riski). Ya jelas, saya mau melindungi anak,” ujarnya.

Anita menduga, pelaku sudah memiliki niat untuk menyakiti dirinya.

“Soalnya dia bawa pisau. Saya lihat betul, dia keluarkan pisau dari tas. Mungkin dia sudah berencana menyakiti kami,” ujarnya.

Dalam peristiwa itu, Anita mengalami delapan luka tusukan tepatnya di 4 bagian tubuh belakang, 1 di bokong, 2 di leher dan 1 di tangan sebelah kanan.

Sedangkan Riski Alfarizi mengalami 6 luka tusuk yakni 1 di bagian anus, 1 di dada, 1 di bawah ketiak, 1 di bawah mata, 1 di hidung dan 1 di dekat telinga.

Setelah menusuk mantan istri dan anaknya, pelaku bergegas kabur meninggalkan sekolah bersama anaknya, F. Dan saat ini pelaku masih buron dengan membawa kabur anaknya tersebut.

“Harapan saya semoga dia (pelaku) ditangkap. Anak saya juga sama dia. Besar harapan anak saya bisa cepat ditemukan. Saya khawatir,” ujarnya.

Reporter : Yola

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button