Apakah Usia pada Wanita Bisa Mempengaruhi Kesuburan? Ini Penjelasannya

MAKLUMATNEWS.com – Sering kita mendengar bahwa usia dapat mempengaruhi kesuburan bagi wanita. Atau mungkin pernah mendengar bagi pasangan yang sudah menikah untuk jangan menunda kehamilan terlalu lama karena usia dapat memengaruhi tingkat kesuburan dan peluang wanita untuk hamil. Bagaimana menurut medis ?
Faktanya, anggapan bahwa tingkat kesuburan bisa menurun seiring dengan bertambahnya usia adalah benar. Walaupun begitu, bukan berarti kamu sebagai wanita sama sekali tidak dapat hamil. Dari segi kesehatan, peluang kehamilan tetap ada, terutama jika kamu terus menerapkan pola hidup sehat dan tentunya berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa.
Pada dasarnya, selama organ reproduksi dalam kondisi sehat dan dapat berfungsi secara normal, peluang kamu untuk hamil tetap ada. Namun, bukan berarti kamu bisa bebas menunda kehamilan, sebab risiko terjadinya keguguran dan berbagai gangguan kesehatan saat hamil akan meningkat seiring dengan pertambahan usia.
Mengutip dari Alodokter.com, berikut peluang terjadinya kehamilan berdasarkan usia wanita:
Pada usia 20-an, menurut para ahli kesehatan reproduksi, wanita yang berusia 20-an adalah waktu yang tepat untuk menjalani kehamilan karena kualitas sel telur pada wanita di usia ini umumnya masih baik.
Beberapa studi juga menunjukkan bahwa ibu hamil yang berusia sekitar 20-an berisiko lebih rendah untuk mengalami komplikasi kehamilan, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.
Pada usia 30-an,sebuah studi mengungkapkan bahwa usia awal 30-an merupakan usia yang ideal bagi wanita untuk menjadi seorang ibu. Hal ini mungkin dikarenakan wanita di usia tersebut umumnya lebih siap secara mental dan finansial. Namun, peluang kehamilan terlihat akan mulai menurun ketika wanita memasuki usia 35 tahun.
Selain itu, risiko untuk terjadinya keguguran ketika wanita hamil di usia 30-an juga sedikit lebih meningkat. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk tetap memeriksakan diri ke dokter kandungan ketika hendak merencanakan kehamilan di usia tersebut.
Pada usia 40-an, wanita umumnya akan mulai sulit untuk hamil mengingat jumlah maupun kualitas sel telur yang dihasilkan sudah jauh menurun jika dibandingkan usia sebelumnya.
Tak hanya lebih sulit untuk hamil, beberapa komplikasi kehamilan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan plasenta, juga lebih berisiko terjadi pada wanita yang hamil di usia 40-an. Wanita yang hamil di usia lanjut juga berisiko lebih tinggi mengalami keguguran.
Sementara itu, kehamilan di usia lanjut juga dapat berdampak pada janin nantinya . Karena beberapa studi menunjukkan bahwa bayi yang terlahir dari ibu yang berusia di atas 40 tahun berisiko lebih tinggi untuk terlahir dengan berat badan lahir rendah dan masalah kesehatan tertentu, seperti down syndrome.
Oleh karena itu, sebelum merencanakan kehamilan jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan guna memeriksakan kondisi kesehatan kamu. Jika sudah berhasil hamil, pastikan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin sesuai dengan anjuran dokter ya.




